Menengok Kelas Kerelawanan Sosial Pertama di Kampoeng Sinaoe

Kampoeng sinaoe mengadakan kelas kerelawanan dalam rangka menggali dan menumbuhkan kembali sisi sosial masyarakat. Dan diharapkan dapat memberikan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat. Pada Minggu (11/3/18).

Saat Weekend, Kampoeng Sinaoe (KS) mempunyai cara tersendiri untuk mengisi liburan. Salah satunya adalah mengadakan program Kelas Kerelawanan. Kelas ini diikuti oleh pengajar  (KS)  yang berjumlah  11 orang. Yang menjadi narasumber adalah bapak Daniel Stephanus dan bapak Tri Anom Suryandaru. Seorang aktivis dan juga dosen di Universitas Ma Chung Malang.

Ucapan salam menjadi awal dibukanya kelas kerelawanan, baru kemudian narasumber  menjelaskan hal-hal terkait kerelawanan sosial. Cara pengajaran yang kalem dan  santai membuat suasana tampak cair dan tidak membosankan. Belum lagi candaan narasumber yang sesekali membuat peserta tertawa.

Dalam kelas itu, narasumber menjelaskan fungsi manusia sebagai makhluk sosial seutuhnya. Yang didalamnya berisi tentang keterbukaan jiwa terhadap diri sendiri dan orang lain dan menjadi  pekerja sosial yang memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu dapat diaplikasikan melalui keterlibatan mereka untuk memecahkan masalah yang terjadi ditengah masyarakat.

“harapan kami, mereka mau bersosial dengan ikhlas tanpa tendensi apapun. Apalagi sifatnya materi. Misalnya,  seorang guru itu berhak mendapatkan upah, karena itu hak mereka. Tapi ada hal yang lebih penting daripada upah itu sendiri,  yaitu kepedulian diri terhadap sesama. Dan itu timbul dari hati”. Imbuh Daniel selaku narasumber.

Narasumber merasa senang dengan kelas ini. Karena para peserta terlihat antusias untuk mengikuti proses pembelajaran dari awal sampai akhir. Narasumber  menyayangkan yang waktunya sangatlah terbatas. “Kelas semacam ini dibutuhkan tindak lanjut, bukan materi yang hanya dipahami oleh akal, melainkan suatu hal yang abstrak yang hanya dirasakan oleh hati”. Ungkap pak Anom, selaku narasumber.

Kelas ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada  hari sabtu – minggu. Pada hari sabtu dimulai pukul 08.00-21.00. sedangkan hari minggu pada pukul 08.30-13.00 WIB.

Kelas ini memberikan  kesan tersendiri bagi peserta. Salah satunya adalah bu Akira Maisyaroh, selaku guru KS. “saya merasa senang dengan adanya kelas ini, karena saya bisa mendapatkan banyak ilmu baru, terutama terkait masalah sosial”. Ungkapnya.

Ia juga sadar ternyata apa yang selama ini dilakukan dalam bersosial  itu masih belum seberapa. Jika dikaitkan dengan arti dari kepedulian sosial itu sendiri.

Bapak Mohammad Zamroni, selaku pendiri KS merasa senang dengan terlaksananya  program kelas kerelawanan ini. “ harapan saya setelah mereka mengikuti kelas kerelawanan ini adalah ketika kita mengajar dalam sebuah instansi manapun. Terutama guru-guru yang mengajar di Kampoeng Sinaoe. Hal pertama yang harus diusung adalah semangat keprofesionalannya sebagai relawan, bukan semata-mata karena materi. Sehingga hal itu akan memberikan motivasi tersendiri bagi mereka untuk mendidik murid-muridya menjadi lebih baik”. Jelas pria alumni UIN Malang itu.

Oleh : komunitas Jurnalistik

Share Yuk, Warga Sinaoe!

Comments

comments